BAGUS KAHFI DAN KURNIAWAN DWI BERBAGI KISAH DI EROPA

WEBINAR Sekolah Olahraga Barito Putera (SOBP) edisi keenam menghadirkan dua sosok putra Indonesia yang berpengalaman menimba ilmu sepak bola di Eropa, Bagus Kahfi dan Kurniawan Dwi Yulianto, Sabtu (11/07/20).

Bagus Kahfi, pemain Barito Putera yang juga merupakan alumni program Garuda Select di Inggris dan Italia, mengakui ada perbedaan besar dalam pembinaan sepak bola di Tanah Air dan Eropa, khususnya dari sisi fasilitas.

“Kalau dibandingkan fasilitas di sini (Eropa) jauh lebih baik, mulai lapangan sampai gym, kita bebas bisa ngapain aja, akhirnya kita jadi senang dan bersemangat buat latihan terus. Lapangan di sini saja ada 8 sampai 12, saya cedera juga penanganannya di satu tempat, jadinya komplit,” papar Bagus.

Selain dari sisi fasilitas, Kurniawan Dwi Yulianto selaku alumni program Primavera Italia 1993, juga telah melihat bagaimana perhatian manajemen tim Eropa terhadap gizi pemain, dan hal ini jelas berdampak pada kualitas mereka di lapangan hijau.

“Waktu saya di Italia mau ujicoba lawan Baretti Sampdoria U-16, karena main sore, jadi kita makan siang bareng, ada menunya steak. Mereka nggak ada yang sentuh sama sekali, katanya terlalu dekat dengan jam pertandingan. Kok bisa anak 15 tahun sudah berpikir seperti itu,” kisah Kurniawan.

Bak gayung bersambut, federasi sepak bola Indonesia kini menggalakkan pemain muda untuk belajar sepak bola di Eropa, untuk menyesuaikan dengan fasilitas dan kualitas dunia. Program Officer Garuda Select, Marsal Masita mengaku telah melakukan kontrak kerja sama sepuluh tahun untuk pembinaan secara berkelanjutan.

“Tolak ukur kelas dunia itu dilihat dari FIFA ranking dan liga terbaik dunia. Tidak ada jalan lain selain kita memberi beasiswa dan akselerasi ke luar negeri untuk meningkatkan talenta sepak bola kita. Kita mulai lagi untuk rekrutmen Garuda Select tahap tiga, akhir tahun ini, dipilih langaung oleh eks pemain Piala Dunia, Dennis Wise dan Des Walker,” jelas Marsal.

Pemilihan pemain terbaik untuk berangkat ke Eropa tentu tidak mudah. Perlu pengamatan lama dari berbagai pelosok daerah untuk menentukan siapa yang layak mendapat beasiswa Garuda Select. Untuk itu, Sekolah Olahraga Barito Putera (SOBP) juga bergerak cepat untuk melakukan pembinaan pemain dari Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

“Kita punya prinsip bottom up, pembinaan dari usia muda, dan juga bekerja sama dengan Real Madrid Foundation. Tahun depan ada program SOBP masuk desa, mencari pemain dari fundamental yang paling bawah untuk kita scouting,” tutup Moch Arifin selaku Curriculum and Development SOBP.

Reporter : Martini
Foto : Dokumen
Editor : Ardasa

Share Berita
error: Content is protected !!
Visit Us On TwitterVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram