BARITO Putera adalah pemilik sejarah. Hampir genap 30 tahun sejak didirikan, humanisme, fanatisme, hiruk-pikuk, sedih gembira hingga kekalahan dan kemenangan, menjadi instrument pengantar kesejarahannya. Rentang dari masa ke masa, selalu memberi ilham dan inspirasi. Tidak terkecuali bagi seorang Hasnuryadi, putra pendiri  Barito Putera H.Abdussamad Sulaiman.

Hasnuryadi mewujudkan rentang sejarah yang dijalani Barito Putera, selama 29 tahun eksis di semua tingkatan kasta sepakbola nasional dengan mengampanyekan 8 nilai-nilai Barito Putera. Hampir di setiap momen dan ruang publik sepakbola, delapan nilai ini dipertegas Hasnuryadi Sulaiman, sebagai pedoman berkehidupan tidak terkecuali bagi supporter, pelatih, pemain dan manajemennya.

Apa saja? Pertama, cinta. Ini diajarkan almarhum H.Abdussmad Sulaiman. Betapa kita bisa melakukan apa saja jika didasari rasa cinta. Barito didirikan, saat dia sakit parah dan menghadapi operasi besar. Tetapi dia tetap mendirikan Barito saat di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta. Tokoh sepakbola dan media menjulukinya gila bola waktu itu, tetapi founder Hasnur Group ini menganggap semuanya karena didasari rasa cinta sepakbola.

Kedua, kekeluargaan. Inspirasi ini datang dari Rachmadi Sulaiman, yang waktu itu menjabat sebagai Manajer Barito Putera priode tahun 1994-1995. Di tahun ini, Barito Putera berhasil menembus perempat final setelah menumbangkan tim-tim elit, hanya dengan materi pemain lokal, tanpa pemain asing. Sayang Barito, dikalahkan dengan skenario kecurangan. Sehingga  dijuluki juara tanpa mahkota. Mengapa mereka bisa lolos ke Senayan? Karena seluruh timnya, baik manajemen, pelatih dan pemain merasa sebagai keluarga yang diikat dengan rasa kekeluargaan yang sangat kuat.

Ketiga, semangat. Nilai-nilai semangat ini terlihat saat Barito Putera berlaga di Liga Indonesia 1. Tampil dengan materi pemain lokal dan sama sekali belum terkenal, mereka mampu lolos ke perempat final di Senayan Jakarta. Menghadapi klub-klub tangguh pesaingnya yang mentereng dengan pemain asing, Barito sanggup mematahkan perlawanan mereka. Apa modalnya? Tidak lebih adalah semangat tinggi menyala-nyala di setiap laga. Spirit waja sampai kaputing yang mendarah daging.

Keempat, persatuan. Barito Putera adalah symbol pemersatu semua strata dan entitas warga Banua di semua penjuru Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Tergambar sekali ketika Barito Putera dijuluki  juara tanpa mahkota tahun 1994-1995, seluruh warga berkonvoi dan menyambut kedatangan mereka dari bandara hingga tengah kota Banjarmasin. Hal serupa juga terjadi saat Barito juara Divisi Utama tahun 2012, puluhan ribu warga Banua memacetkan jalan raya untuk bersama merayakan kebahagiaan penuh suka cita.

Kelima, harga diri. Pendiri Barito Putera, H.Abdussamad Sulaiman selalu tegas mendoktrin   di saat menjelang laga, bahwa menjaga kekuatan tim agar tidak kalah atau seri saat bermain di kandang adalah sebuah upaya untuk menjaga dan mempertahankan harga diri.

Keenam, loyalitas. Barito Putera pernah terhempas di kasta kompetisi Indonesia terendah, yakni Divisi 2 Nasional. Kondisi keuangan yang tidak stabil, membuat tim ini terpuruk dengan materi pemain seadanya. Tetapi ada satu yang menjadi penyemangat mereka dan selalu terdepan memberi dukungan yakni supporter Barito Mania. Anugerah loyalitas tanpa batas dari supporter, membuat tim ini bangkit lagi ke kasta tertinggi.

Ketujuh, warisan. Didedikasikan oleh H.Abdussamad Sulaiman, klub yang pernah terdegradasi dari kasta tertinggi hingga terpuruk ke divisi 2 nasional, mengalami masa-masa sulit di saat krisis moneter menerjang perekonomian tanah air. Tetapi satu hal yang diwasiatkan kala itu, perusahaan lain boleh ditutup aktivitas usahanya, tetapi Barito Putera tidak boleh dibubarkan.

Kedelapan, istiqomah atau konsisten. Ikhtiar atau usaha yang dilakukan Barito Putera untuk menggapai prestasi mengalami pasang surut. Namun penasehat Barito Putera, KH.Ahmad Zuhdian Noor atau Guru Zuhdi, selalu meminta agar ikhtiar ini dilakukan secara sungguh-sungguh sebagai ibadah dan selalu istiqomah (konsisten) dari waktu ke waktu.

Salam Kekeluargaan.

Share Berita
error: Content is protected !!
Visit Us On TwitterVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram