INYONG KANGEN AMPARAN TATAK

SUASANA bulan suci Ramadan tahun ini, nampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak seperti biasanya, jika agenda Ramadan selalu bersamaan dengan putaran kompetisi Liga 1 Indonesia. Maka sejak pandemi virus corona, membuat agenda kompetisi terhenti. Pemain pun menjalankan ibadah puasa Ramadan dari rumah masing-masing.

Perbedaan ini dirasakan oleh Nazar Nurzaidin dari kampung halamannya di Pemalang, Jawa Tengah. Bergabung dengan skuat Laskar Antasari sejak musim 2015 lalu. Selama itu pula dia sudah terbiasa menjalankan puasa Ramadan di Banjarmasin. Pesepakbola yang akrab disapa Inyong itu mengaku rindu dengan suasana Banjarmasin yang relijius. Terlebih, suasana kekeluargaan di tim akan lebih terasa ketika menyantap sahur dan berbuka puasa bersama.

“Bedanya suasana Ramadan di Banjar sama di rumah, cuma orang-orangnya saja sih. Kalau di Banjar buka puasanya bareng teman-teman di mess, kalau di rumah ya bareng keluarga. Menu buka puasa juga sama,” ucap Inyong.

Sesaat ia mengenang suasana Ramadan tahun-tahun sebelumnya di Banjarmasin, ketika Inyong dan kawan-kawan rutin menyambangi Pasar Wadai untuk membeli kue menjelang berbuka puasa. Rupanya, Inyong gemar menyantap kue amparan tatak sebagai takjil.

“Di Pemalang nggak ada pasar Ramadan, paling juga orang jualan di pinggir-pinggir jalan, kalau Pasar Wadai kayak di Banjar nggak ada. Ada satu kue favorit saya, amparan tatak, warnanya putih terus ada isinya pisang. Itu kue idola saya,” cetus Inyong sembari tertawa. (*)

Reporter: Martini
Fotografer: Ucok
Editor: Ardasa

Share Berita
error: Content is protected !!
Visit Us On TwitterVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram