TRADISI LEBARAN REVA ADI

LEBARAN sebentar lagi. Momen Hari Raya Idul Fitri, selalu memberi makna bagi yang merayakannya. Begitu pula bagi bek kiri andalan Barito Putera, Reva Adi Utama bersiap menyambut kemenangan dengan tradisi khas Sulawesi Selatan.

Jika di Makassar terdapat tradisi Maleppe’ atau ‘melepas’ ketika Hari Raya Idul Fitri, dalam arti melepas dosa dengan saling bermaafan dan bersilaturahmi.

Namun, ada pula segelintir orang yang turut melepas atau melarung pakaiannya ke laut, sebagai simbol melepaskan dosa dan sifat buruk di masa lalu.

Berbeda dengan Reva Adi Utama, ia justru memilih untuk menjalankan bentuk tradisi pertama, yakni saling bermaafan, khususnya permintaan maaf kepada orang tua.

“Pastinya kita meminta restu dan saling memaafkan, terutama minta maaf kedua orang tua,” ungkap Reva.

Selain itu, ayah dari Haaziq Uzayr Utama itu juga memilih untuk menjalankan sunah Nabi Muhammad menjelang lebaran Idul Fitri, salah satunya adalah membayar zakat fitrah dan menyiapkan pakaian terbaik.

“Kebiasaan saya kalau lebaran itu ya seperti apa yang diajarkan Nabi kita. Memakai baju terbaik saat Salat Ied, dan makan kurma dengan bilangan ganjil, juga memberikan zakat sebelum Salat Ied,” imbuhnya.

Sayangnya, selama pandemi virus Corona, Reva Adi Utama dan keluarga tak dapat melakukan silaturahmi ke rumah kerabat, sebab ia khawatir dengan kesehatan sang anak yang baru genap berusia empat bulan.

“Kalau silaturahmi ke rumah-rumah saya tidak lakukan, saya tidak mau ambil resiko. Memang sedih karena ini lebaran pertama Haaziq, tapi mau bagaimana lagi, ini demi keselamatan,” pungkasnya. (*)

Reporter : Martini
Foto : Dokumen
Editor : Ardasa

 

Share Berita
error: Content is protected !!
Visit Us On TwitterVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram